Site icon mediatokotani.com

BPS: Ditopang Pertanian, IHPB Desember 2021 Naik 0,73 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono saat melaporkan inflasi sepanjang tahun 2021 di Gedung BPS Jakarta, Senin (3/1/2022).

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Nasional naik 0,73% pada Desember 2021.

Margo Yuwono, Kepala BPS mengatakan sektor pertanian mencatat pertumbuhan terbesar sebesar 1,68%. Pangsa sektor ini sebesar 0,32%, terbesar kedua setelah sektor industri (0,42%).

“Sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang kuat, naik 1,68%. Alasan utamanya adalah pertumbuhan cabai rawit dan kelapa sawit,” kata Margo dalam konferensi pers, Senin (3/1/2022).

Margo mengatakan IHPB sektor industri mencatat kenaikan 0,52%. Kenaikan ini disebabkan kenaikan harga minyak nabati dan ayam.

“Peningkatan produksi minyak goreng, semen, mie kering dan unggas berkontribusi terhadap peningkatan inflasi HPB di sektor industri. Sementara pertambangan dan penggalian meningkat karena adanya garam mentah,” katanya.

Di sektor konstruksi, IHPB meningkat 0,57%. Bangunan umum jalan, jembatan, dan pelabuhan menyumbang 0,20% dari total.

Bangunan perumahan dan non-perumahan menyumbang 0,17%. Bangunan publik dan pertanian memberikan kontribusi 0,11%. Bangunan dan bangunan untuk listrik, gas, air minum dan telekomunikasi 0,05%; dan bangunan lainnya 0,04%.

“Jika melihat komoditas pendorong pertumbuhan konstruksi IHPB, ada kenaikan harga untuk semen, besi, beton, pasir dan baja rangka atap dan pipa,” pungkas Margo.

Exit mobile version