Site icon mediatokotani.com

Greenpeace Indonesia Ingin Petani Bertahan di Tengah Krisis Iklim dengan Pertanian Berkelanjutan

mediatokotani.com – Indonesia sebagai nagara agraris yang penduduknya bergantung pada sektor pertanian cukup terdampak oleh perubahan iklim yang ekstrem. Curah hujan tidak menentu, pemanasan global yang menyebabkan kekeringan juga menjadi momok bagi para petani.

Perubahan iklim yang semakin ekstrem berdampak besar terhadap kehidupan seluruh umat manusia. Cuaca yang ekstrem dan tidak menentu berakibat pada produktivitas petani di Indonesia.

Dikutip dari Greenpeace Indonesia, Kamis (6/7), petani Indonesia perlu menerapkan praktik pertanian berkelanjutan dan organik. Pertanian berkelanjutan dapat meningkatkan ketahanan tanaman, dan keberlanjutan sistem pertanian, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

”Praktik pertanian berkelanjutan yang dapat dilakukan yakni, penggunaan pupuk organik, seperti pupuk kompos. Penggunaan pupuk kompos dapat meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan ketersediaan nutrisi untuk tanaman, dan dapat menjaga kelembapan tanah,” ungkap Greenpeace Indonesia.

”Petani juga dapat memanfaatkan teknologi pengairan yang efisien, seperti penggunaan irigasi lokal atau irigasi tetes. Mengurangi penggunaan pestisida kimia juga berdampak baik bagi lingkungan,” tambah Greenpeace Indonesia.

Menurut keterangan Greenpeace Indonesia dalam keterangan resminya, dalam membantu transisi menuju pertanian berkelanjutan dibutuhkan peran pemerintah. Pemerintah dapat memberikan fasilitas berupa pelatihan yang mencakup teknik-teknik pengolahan tanah yang baik, cara penggunaan dan produksi pupuk organik, hingga memberikan insentif kepada petani yang telah beralih ke pertanian berkelanjutan.

”Pemerintah juga dapat memberikan subsidi pembelian bibit atau pendanaan proyek-proyek pertanian berkelanjutan. Selain itu, pemerintah dapat mengembangkan kebijakan yang mendukung pertanian berkelanjutan,” ungkap Greenpeace Indonesia.

Baca Juga: Jurus Kementan Genjot Kualitas & Mutu Produksi Bawang Merah di Sumbawa

Exit mobile version