Site icon mediatokotani.com

Inovasi Pengairan Lahan Bawang Merah Bantul, Irit 70 Persen

mediatokotani.com – Kabupaten Bantul saat ini tengah mengembangkan inovasi pengairan dan irigasi bagi lahan tanaman bawang merah menggunakan inovasi elektrifikasi listrik.

Inovasi elektrifikasi listrik bagi tanaman bawang merah ini terbukti ramah lingkungan dan menghemat biaya hingga 70 persen.

Adapun pengembangan inovasi pengairan dilakukan bagi petani bawang merah di desa Parangtritis Kretek Bantul ini sangat irit dibandingkan dengan jika melakukan pengairan menggunakan mesin diesel.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo menuturkan pengairan menggunakan inovasi elektrifikasi listrik ini dilakukan ke sejumlah lahan bawang merah dengan luasan sekitar 200 hektar. Dari ratusan hektar tersebut titik pemasangan listrik dilakukan di 821 titik atau tempat. Adapun 821 titik yang dipasang listrik ini dilakukan dalam satu hamparan lahan bawang merah.

Dengan elektrifikasi listrik lanjutnya, pengeluaran biaya bahan bakar mampu berhemat hingga mencapai 70 persen dibandingkan dengan memakai mesin diesel yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Hingga saat ini elektrifikasi listrik telah digunakan oleh petani tanaman bawang merah di 2.000 titik di kawasan Parangtritis Kretek Bantul.

“Elektrifikasi listrik ini sangat ramah lingkungan karena tidak memakai oli atau BBM. Kalau pakai oli bisa tercecer, pakai bahan bakar bisa tercecer ke tanah dan pastinya berpengaruh ke tanaman bawang merah utamanya kualitas,” jelas Joko Waluyo.

Ditargetkan panen raya perdana bawang merah di kawasan Parangtritis ini rencananya berlangsung akhir Agustus mendatang.

Salah satu petani di kawasan Parangtritis Kretek Bantul, Slamet Susanto (51) menuturkan sebenarnya pengembangan inovasi elektrifikasi listrik ini sudah dilakukan sejak 2021 kemarin namun ternyata para petani belum paham fungsi secara jelas utamanya dari sisi kemanfaatan. Pasca adanya sosialisasi dari dinas maka petani mulai beralih memakai elektrifikasi listrik.

“Awalnya menggunakan inovasi elektrifikasi listrik ini untuk pengairan tanaman holtikultura,” bebernya.

Baca Juga: Pertahankan Kualitas Padi, Petani Binaan BAZNAS Lakukan Inovasi Penanggulangan Serangan Hama Burung

Exit mobile version